Thursday, May 24, 2018


BERSAHABAT DENGAN SHOLAWAT
*SHOLAWAT ITU...*
Rasululloh bersabda, yang artinya :
Orang yang paling banyak memdapat perhatianku pada hari kiamat ialah orang yang paling banyak sholawatnya untukku.
Kita tidak tahu sholat kita, puasa kita, amal kita diterima atau tidak .. tetapi berbahagialah kalian yang banyak sholawat pada Nabi, karena sudah pasti diterima di sisi Allah dan balasan Allah bagi kalian adalah Riyadhul jannah..
SAUDARAKU...
Aku wasiatkan kepada kalian satu hal.
Dan ingatlah ini baik-baik..
"Tidak ada amalan yg cepat mendatangkan mahabbah atau rasa cinta kepada SAYYIDINA MUHAMMAD SAW. Kecuali sholawat"
Jadi, silahkan membaca sholawat apapun sebisa kalian,,
Yg paling mudah dan pendek adalah "SHOLALLAHU 'ALA MUHAMMAD"
*Hb. MUNDZIR AL MUSAWA*
Sesungguhnya hati yang tidak rindu berjumpa Sayyidina Muhamnad, dan tidak tergugah untuk bersholawat kepada baginda Nabi Muhammad, itu pasti hati yang terputus dari hakikat keimanan kepada baginda Nabi Muhammad, dan dari hakikat iman kepada Tuhannya Sang Nabi Muhammad.
*HABIB UMAR BIN HAFIDZ*
Orang yang menyebarkan sholawat di antara umat manusia (mengingatkan orang untuk bersholawat lepada Rasululloh), ia akan menjadi orang yang paling dekat dengan Rasululloh.
*HABIB UMAR BIN HAFIDZ*
Kunci segala rahasia adalah bersumber pada bacaan sholawat kepada Rasululloh.
*ABUYA AS SAYYID MUHAMMAD AL MALIKI*
Sholawat itu tidak perlu guru, dan tidak dibatalkan oleh riya'. Lebih bagus lagi kalau ikhlas dan dengan rasa cinta kepada Rasululloh.
Itulah hebatnya sholawat kepada beliau.
*HABIB TAUFIQ BIN ABDUL QADIR ASSEGAF*
Janganlah kalian tidur sehingga kalian bersholawat paling kurang 20x, dan jika seseorang tidur tanpa bersholawat, maka ia adalah mamusia yang rugi, katena menjadi jauh dirinya dengan Rasul.
*HABIB KADZIM BIN JA'FAR ASSEGAF*
Sholawat itu melembutkan hati.
HABIB NOVAL AL BHAKHAITS BA 'ALAWY
Manusia kini banyak masalah di dalam hati, dengan bersholawat masalah itu akan hilang."
*HABIB SYECH BIN ABDUL QODIR ASSEGAF*
Hidup di akhir zaman ini, jalan menuju Alloh yang selamat adalah dengan memperbanyak sholawat.
*KH. M. ZAINI ABDUL GHANI (GURU SEKUMPUL)*
Jika seseorang menggabungkan antara sholawat pada Nabi SAW dan istighfar pada Alloh, maka ia akan dijamin aman.
*HABIB AHMAD MASYHUR BIN THOHA AL HADDAD*
(Guru Habib Umar bin Hafidz)
Perbanyaklah istighfar dan sholawat untuk memenuhi hajat kalian.
*KH. ABDUL HAMID (Pasuruan)*
Orang yang mencintai shalawat Nabi Shollallaahu 'alaihi wa sallam akan makmur hidupnya, dzahir dan bathin di dunia, barzakh dan akhirat.
*HABIB MUNDZIR BIN FUAD AL MUSAWA*

Sholawat Burdah

SHOLAWAT BURDAH
ﻣَﻮْﻟَﺎﻱَ ﺻَﻞِّ ﻭَ ﺳَﻠِّﻢْ ﺩَﺍﺋِﻤًﺎ ﺃَﺑَﺪًﺍ ، ﻋَﻠٰﻰ ﺣَﺒِﻴْﺒِﻚَ ﺧَﻴْﺮِ ﺍﻟْﺨَﻠْﻖِ ﻛُﻠِّﻬِﻢِ ، ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤَﺒِﻴْﺐُ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺗُﺮْﺝَ ﺷَﻔَﺎﻋَﺘُﻪُ ، ﻟِﻜُﻞِّ ﻫَﻮْﻝٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺄَﻫْﻮَﺍﻝِ ﻣُﻘْﺘَﺤَﻢِ .
MAULAAYA SHOLLI WA SALLIM DAA-IMAN ABADA ‘ALAA HABIIBIKA KHOYRIL-KHOLQI KULLIHIMI HUWAL-HABIIBUL-LADZII TURJA SYAFAA‘ATUHU LIKULLI HAWLIN MINAL-AHWAALI MUQTAHAMI
Artinya:
Wahai Tuhanku limpahkanlah shalawat dan salam kepada kekasih-Mu sebaik-baik makhluk semuanya Dialah sang kekasih yang diharapkan syafa’atnya dari setiap huru-hara yang menimpa.
Itulah sebagian bait-bait qashidah Burdah yang tak asing lagi di telinga kita. Qashidah Burdah memang selalu didengungkan oleh para pecintanya setiap saat. Di berbagai negeri Islam, baik di negeri-negeri Arab maupun ‘ajam (non-Arab), ada majelis-majelis khusus untuk pembacaan Burdah dan penjelasan bait-baitnya. Tak henti-hentinya muslimin di seluruh penjuru dunia menjadikannya sebagai luapan kerinduan pada Nabi. Qashidah Burdah bukan sekadar karya. Ia dibaca karena keindahan kata-katanya. Dr. De Sacy, seorang ahli bahasa Arab di Universitas Sorbonne, Prancis, memujinya sebagai karya puisi terbaik sepanjang masa.
Di Hadhramaut dan banyak daerah Yaman lainnya diadakan pembacaan qashidah Burdah setiap subuh hari Jum’at atau ashar hari Selasa. Sedangkan para ulama Al-Azhar di kota Mesir banyak yang mengkhususkan hari Kamis untuk pembacaan Burdah dan mengadakan kajian. Sampai kini masih diadakan pembacaan Burdah di masjid-masjid besar di kota Mesir, seperti Masjid Imam Al-Husain, Masjid As-Sayyidah Zainab. Di negeri Syam (Syiria) majelis-majelis qashidah Burdah juga digelar di rumah-rumah dan di masjid-masjid, dan dihadiri para ulama besar. Di Maroko pun biasa diadakan majelis-majelis besar untuk pembacaan qashidah Burdah dengan lagu-lagu yang merdu dan indah yang setiap pasal dibawakan dengan lagu khusus.
Burdah tak hanya indah kata-katanya, tapi doa-doanya juga memberi manfaat pada jiwa. Karena itu tak mengherankan jika banyak ulama memberikan catatan khusus tentang Burdah, baik dalam bentuk syarah (komentar) maupun hasyiyah (catatan kaki atau catatan pinggir). Sangat banyak karya syarah atas Burdah yang tak diketahui lagi siapa pengarangnya.
Qashidah Burdah adalah salah satu karya paling populer dalam khazanah sastra Islam. Isinya sajak-sajak pujian kepada Nabi Muhammad SAW, pesan moral, nilai-nilai spiritual, dan semangat perjuangan. hingga kini Burdah masih sering dibacakan di berbagai pesantren salaf dan pada peringatan Maulid Nabi. Banyak pula yang menghafalnya. Karya itu telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, seperti persia, Turki, Urdu, Punjabi, Swahili, Pastum, Indonesia/Melayu, Inggris, Prancis, Jerman, Italia.
Pengarang qashidah Burdah ialah al-Imam Al-Bushiri (610-695H/1213-1296 M). Nama lengkapnya Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Zaid Al-Bushiri. Selain menulis Burdah, Al-Bushiri juga menulis beberapa qashidah lain. Di antaranya Al-Qashidah Al-Mudhariyah dan Al-Qashidah Al-HamziyahAl-Bushiri adalah keturunan Berber yang lahir di Dallas, Maroko, dan dibesarkan di Bushir, Mesir. Ia murid sufi besar Imam Asy-Syadzili dan penerusnya yang bernama Abul Abbas Al-Mursi, tokoh Tarekat Syadziliyah. Di bidang fiqih, Al-Bushiri menganut Madzhab Syafi‘i, madzhab fiqih mayoritas di Mesir. Di masa kecilnya, ia dididik oleh ayahnya sendiri dalam mempelajari Al-Quran, di samping berbagai ilmu pengetahuan lainnya. Kemudian ia belajar kepada ulama-ulama di zamannya. Untuk memperdalam ilmu agama dan kesusastraan Arab, ia pindah ke Kairo. Di sana ia menjadi seorang sastrawan dan penyair yang andal. Kemahirannya di bidang syair melebihi para penyair pada zamannya. Karya-karya kaligrafinya juga terkenal indah.
Di dalam qashidah Burdah diuraikan beberapa segi kehidupan Nabi Muhammad SAW, pujian terhadap beliau, cinta kasih, doa-doa, pujian terhadap Al-Quran, Isra Mi’raj, jihad, tawasul, dan sebagainya. Dengan memaparkan kehidupan Nabi secara puitis, Al-Bushiri tidak saja telah menanamkan kecintaan umat Islam kepada nabinya, tetapi juga mengajarkan sastra, sejarah Islam, dan nilai-nilai moral, kepada kaum muslimin. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika qashidah Burdah senantiasa dibacakan di pesantren-pesantren salaf. Al-Burdah, menurut etimologi, banyak mengandung arti, antara lain baju (jubah) kebesaran khalifah yang menjadi salah satu atribut khalifah. Dengan atribut burdah ini, seorang khalifah bisa dibedakan dengan pejabat negara lainnya, teman-teman, dan masyarakat pada umumnya.
Burdah juga merupakan nama qashidah yang digubah oleh Ka‘ab bin Zuhair bin Abi Salma yang dipersembahkan kepada Rasulullah SAW. Ada sebab-sebab khusus dikarangnya qashidah Burdah. Suatu ketika Al-Bushiri menderita sakit lumpuh sehingga tidak dapat bangun dari tempat tidurnya. Lalu dibuatnya syair-syair yang berisi pujian kepada Nabi, dengan maksud memohon syafa’atnya. Di dalam tidurnya, ia mimpi berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW. Nabi mengusap wajah AlBushiri, kemudian beliau melepaskan jubahnya dan mengenakannya ke tubuh Al-Bushiri. Saat ia bangun dari mimpinya, seketika itu juga ia sembuh dari lumpuhnya.
Al-Bushiri adalah seorang yang menjalani kehidupan sebagaimana layaknya para sufi, yang tercermin dalam kezuhudannya, ketekunannya beribadah, serta ketidaksukaannya pada kemewahan dan kemegahan duniawi. Di kalangan para sufi, ia termasuk dalam jajaran sufi besar. Sayyid Mahmud Faidh Al-Manufi menulis di dalam bukunya, Jawharat al-Awliya’, bahwa AlBushiri tetap konsisten dalam hidupnya sebagai seorang sufi sampai akhir hayatnya. Makamnya yang terletak di Iskandaria, Mesir, sampai sekarang masih diziarahi orang. Makam itu berdampingan dengan makam gurunya, Abul AbbasAl-Mursi.
Karena pentingnya qashidah Burdah tersebut, yang menunjukkan kecintaan yang besar kepada Baginda Rasulullah SAW. Memuji Nabi Muhammad bukanlah menganggap beliau sebagai Tuhan. Menyanjung Rasulullah adalah mengakui Muhammad SAW sebagai manusia pilihan. “Kami tidak mengutus engkau (hai Muhammad)kecuali (sebagai) rahmat bagi alam semesta (wa ma arsalnaka illa rahmatan lil’alamin).” Itu adalah firman Tuhan.
Sumber ajaran memuji dan mencintai Nabi tak lain adalah Islam itu sendiri. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Didiklah anak-anakmu dalam tiga tahap. Mencintai Nabi, keluarganya, dan membaca Al-Quran.”
Untuk mencintai kekasih, apalagi beliau itu ada-lah kekasih Tuhan, Al-Quran mengajarkan dan menganjurkan kepada umat Islam, sebagaimana tertera dalam Kitabullah, “Sungguh Allah dan para malaikat bershalawat atas Nabi. Hai orang beriman, bershalawatlah atasnya dan berilah salam kepadanya dengan sehormat-hormatnya salam.” (QS 33: 56).
Shalawat, jika datangnya dari Allah kepada nabi-Nya, bermakna rahmat dan keridhaan. Jika dari para malaikat, berarti permohonan ampun. Dan bila dari umatnya, bermakna sanjungan dan pengharapan, agar rahmat dan keridhaan Tuhan dikekalkan.
Dalam surah yang lain Allah memuji hamba-Nya yang satu ini dengan, “Sungguh engkau (hai Nabi) benar-benar dalam budi dan perangai yang tinggi.” Allah tak pernah memanggil namanya langsung, seperti “hai Muhammad”, melainkan “hai Nabi”, “hai Rasul”, “hai pria yang berselimut”.
Di samping itu bukankah Baginda sendiri yang menganjurkan kita untuk menghaturkan sanjungan (madah) terhadap diri beliau? Seorang nabi yang telah digambarkan oleh Al-Quran sebagai “pencurah rahmat bagi seluruh alam semesta”. Seperti di-harapkan beliau dalam banyak hadits agar kaumnya banyak menyebut namanya. “Sebutlah selalu nama-ku, sungguh shalawatmu itu sampai kepadaku,” sabdanya.
Bahkan dianjurkan agar umat Islam banyak-banyak menyebut namanya di malam Jum’at. Seperti dalam riwayat lain, sungguh menyebut nama Muhammad SAW akan dijawab (dengan pahala) berlipat-lipat.
Saduran Ceramah Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri
Burdah artinya mantel dan juga dikenal sebagai Bur’ah yang berarti shifa (kesembuhan). Imam Busyiri adalah seorang penyair yang suka memuji raja-raja untuk mendapatkan uang. Kemudian beliau tertimpa sakit faalij (setengah lumpuh) yang tak kunjung sembuh setelah berobat ke dokter manapun.
Tak lama kemudian beliau mimpi bertemu Rasulullah S.A.W. yang memerintahkannya untuk menyusun syair yang memuji Rasulullah. Maka beliau mengarang Burdah dalam 10 pasal pada tahun 6-7 H. Seusai menyusun Burdah, beliau kembali mimpi bertemu Rasulullah yang menyelimutinya dengan Burdah (mantel)....

Wednesday, May 23, 2018

Pengertian wakaf

Wakaf yang dikenal dalam syari’at Islam bila dilihat dari segi ditunjukkan kepada siapa wakaf itu, maka wakaf dapat dibagi menjadi 2 macam: Pertama wakaf itu ada kalanya untuk anak cucu atau kaum kerabat dan kemudian sesudah mereka itu untuk orang-orang fakir miskin. Wakaf yang demikian itu dinamakan wahak ahli atau wakaf dzurri (keluarga). Kedua terkadang pula wakaf itu diperuntukkan bagi kebajikan semata-mata. Wakaf yang demikian dinamakan wakaf khairi (kebajikan)[1]
Dengan demikian wakaf itu bisa berbentuk 2 macam, yaitu: [2]
1. Wakaf Ahli/Wakaf Dzurri, kadang-kadang juga disebut wakaf ‘alal aulad. Yaitu wakaf yang ditujukan kepada orang-orang tertentu saja, seorang ataupun lebih, baik keluarga si wakif atau bukan.
Jadi yang dapat menikmati manfaat benda wakaf ini sangat terbatas hanya kepada golongan kerabat sesuai dengan ikrar yang dikehndaki oleh si wakif. Wakaf ini secara hukum dibenarkan, namun pada perkembangan berikutnya wakaf tersebut dianggap kurang memberikan manfa’at bagi kesejahteraan umum, karena sering menimbulkan kekaburan dalam pengolaan dan pemanfaatan oleh keluarga yang diserahi harta wakaf tersebut, apalagi kalau keturunan keluarga si wakif sudah berlangsung kepada anak cucunya.
2. Wakaf Khairi, yaitu wakaf yang diperuntukkan bagi kepentingan umum.
Jadi yang dapat menikmati wakaf ini adalah seluruh masyarakat dengan tidak terbatas penggunaannya, yang mencakup semua aspek untuk kepentingan dan kesejahteraan umat manusi pada umumnya dan kepentingan umum tersebut bisa untuk jaminan sosial, pendidikan, kesehatan, keamanan dan lain-lain.
Wakaf inilah yang merupakan salah satu segi dari cara memanfa’atkan harta di jalan Allah SWT dan tentunya kalau dilihat dari segi manfa’atnya, ia merupakan salah satu upaya sebagai sarana pembangunan baik dibidang keagamaan, pendidikan dan lain sebagainya. Dengan demikian, benda wakaf tersebut benar-benar terasa manfa’atnya untuk kepentingan kemanusiaan tidak hanya untuk keluarga saja.

Rukun Wakaf
1.Orang yang mewaqafkan :
a.Baligh
b.Berakal sehat
c.Atas kemauan sendiri
d.Memiliki hak membelanjakan benda yang diwaqafkan

2.Orang yang menerima waqaf :
a.Berhak memiliki selamanya
b.Bila waqaf perorangan maka berhak memiliki sesuatu tersebut
c.Mampu dan sanggup mengelola benda yang di waqafkan

3.Benda yang diwaqafkan :
1.Benda tetap tidak mudah rusak bila dimanfaatkan
2.Milik orang yg mewaqafkan
3.Barang yang di waqafkan berlaku selamaya
4.Barang harus tunai


4.Lafad waqaf . Yaitu ikrar serah terima waqaf dengan syarat bahasa yang jelas disertai niat wakaf
ﺇِِﺫَﺍ ﻣَﺎﺕَ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥُ ﺍﻧْﻘَﻄَﻊَ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﻣِﻦْ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٍ ﻣِﻦْ ﺻَﺪَﻗَﺔٍ ﺟَﺎﺭِﻳَﺔٍ ﻭَﻋِﻠْﻢٍ ﻳُﻨْﺘَﻔَﻊُ ﺑِﻪِ ﻭَﻭَﻟَﺪٍ ﺻَﺎﻟِﺢٍ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﻟَﻪُ
“ Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh ” (HR. Muslim no. 1631)

Doa yang sering dibaca nabi Muhammad


Nabi Muhammad fauza11dani
Doa yang sering di panjatkan oleh nabi Muhammad Saww.
ﻳَﺎ ﻣُﻘَﻠِّﺐَ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮﺏِ ﺛَﺒِّﺖْ ﻗَﻠْﺒِﻲ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳﻨِﻚَ ﻭَ ﻋَﻠَﻰ ﻃَﺎﻋَﺘِﻚَ
YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIKA WA ‘ALAA THOO’ATHIK.
Artinya : Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan di atas ketaatan kepada-Mu.
Dalilnya :
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻫَﻨَّﺎﺩٌ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻣُﻌَﺎﻭِﻳَﺔَ ﻋَﻦْ ﺍﻟْﺄَﻋْﻤَﺶِ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺳُﻔْﻴَﺎﻥَ ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲٍ ﻗَﺎﻝَ ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳُﻜْﺜِﺮُ ﺃَﻥْ ﻳَﻘُﻮﻝَ ﻳَﺎ ﻣُﻘَﻠِّﺐَ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮﺏِ ﺛَﺒِّﺖْ ﻗَﻠْﺒِﻲ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳﻨِﻚَ ﻓَﻘُﻠْﺖُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺁﻣَﻨَّﺎ ﺑِﻚَ ﻭَﺑِﻤَﺎ ﺟِﺌْﺖَ ﺑِﻪِ ﻓَﻬَﻞْ ﺗَﺨَﺎﻑُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻧَﻌَﻢْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮﺏَ ﺑَﻴْﻦَ ﺃُﺻْﺒُﻌَﻴْﻦِ ﻣِﻦْ ﺃَﺻَﺎﺑِﻊِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳُﻘَﻠِّﺒُﻬَﺎ ﻛَﻴْﻒَ ﻳَﺸَﺎﺀُ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺑُﻮ ﻋِﻴﺴَﻰ ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟْﺒَﺎﺏ ﻋَﻦْ ﺍﻟﻨَّﻮَّﺍﺱِ ﺑْﻦِ ﺳَﻤْﻌَﺎﻥَ ﻭَﺃُﻡِّ ﺳَﻠَﻤَﺔَ ﻭَﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻋَﻤْﺮٍﻭ ﻭَﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﻭَﻫَﺬَﺍ ﺣَﺪِﻳﺚٌ ﺣَﺴَﻦٌ ﻭَﻫَﻜَﺬَﺍ ﺭَﻭَﻯ ﻏَﻴْﺮُ ﻭَﺍﺣِﺪٍ ﻋَﻦْ ﺍﻟْﺄَﻋْﻤَﺶِ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺳُﻔْﻴَﺎﻥَ ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲٍ ﻭَﺭَﻭَﻯ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ ﻋَﻦْ ﺍﻟْﺄَﻋْﻤَﺶِ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺳُﻔْﻴَﺎﻥَ ﻋَﻦْ ﺟَﺎﺑِﺮٍ ﻋَﻦْ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﺣَﺪِﻳﺚُ ﺃَﺑِﻲ ﺳُﻔْﻴَﺎﻥَ ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲٍ ﺃَﺻَﺢُّ
Telah menceritakan kepada kami Hannad; telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Al A’masy dari Abu Sufyan dari Anas dia berkata; adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terbiasa membaca do’a “YA MUQALLIBAL QULUUB TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIKA (wahai Dzat yang membolak balikkan hati teguhkanlah hatiku berada di atas agamamu).” Kemudian aku pun bertanya, “Wahai Rasulullah, kami beriman kepadamu dan kepada apa yang Anda bawa. Lalu apakah Anda masih khawatir kepada kami?” beliau menjawab: “Ya, karena sesungguhnya hati manusia berada di antara dua genggaman tangan Allah yang Dia bolak-balikkan menurut yang dikehendaki-Nya.” Abu Isa berkata; Hadits semakna juga diriwayatkan dari An Nawwas bin Sam’an, Ummu Salamah, Abdullah bin Amr dan A’isyah. Dan ini adalah hadits Hasan, demikianlah kebanyakan telah meriwayatkannya dari Al A’masy dari Abu Sufyan dari Anas, dan sebagian yang lainnya telah meriwayatkannya dari Al A’masy dari Abu Sufyan dari Jabir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, namun hadits Abu Sufyan dari Anas lebih shahih. (HR. At Tirmidzi
No.2066)

Sifat Allah


Sifat Allah fauza11dani


Menurut ilmu aqaid sifat Allah itu terbagi menjadi 3 yaitu:Wajib,mustahil,dan jaiz. Sifat wajib adalah keharusan bagi akal untuk menerima dan meyakininya Sifat mustahil adalah keharusan bagi akal untuk menolaknya karena tidak mungkin Sifat Jaiz ialah keharusan bagi akal mengakui kewenangan Allah untuk menciptakan sesuatu atau tidak Sifat Wajib Allah ada 20 yaitu:
1.Wujud:ada
2.Qidam:Dahulu
3.Baqa :kekal 4.Mukholafatulilhawadits:berbeda dengan makhluk
5.Qiyamuhu binafsihi:berdiri sendiri 6.Wahdaniyah:esa
7.Qudrat:Kuasa
8.Iradat:berkehendak
9.Ilmi:yang mengetahui
10.Hayat:Hidup
11.Sama':Mendengar
12.Bashor:melihat
13.Kalam:berbicara
14.Qodiron:keadaan Nya kuasa 15.Muridan:Keadaan Nya berkehendak 16.Aaliman:Keadaan Nya mengetahui 17.Hayyan:keadaan Nya hidup 18.Samiian:keadaan Nya mendengar 19.Bashirran:keadaan Nya melihat 20.Mutakaliman:keadaan Nya berfirman Dari sifat wajib Allah tersebut,dapat dikelompokan menjadi 4 yaitu :
1.Sifat Nafsiyah Yaitu sifat yg wajib bagi dzat Allah dan tidak dapat dipisahkan dari dzat-Nya.Sifat nafsiyah ini hanya satu yaitu sifat Wujud
2.Sifat Salbiyah Yaitu sifat yg membedakan dzat Allah dgn yang lain.Sifat salbiyah ada 5 yaitu Qidam,Baqa',Mukhalafatu lil hawadits,Wahdabiyah,Qiyamuhu binafsih 3.Sifat Ma'ani Yaitu sifat wajib yang dimiliki Allah pada dzat yang terdiri dari 7 yaitu Qudrat,Iradat,Ilmu,Hayat,Sama',Bashar,Kalam
4.Ma'nawiyah Sifat yang milik Allah dzat esa.Sifat ini terdiri dari 7 yaitu:Qaadiran,Muridan,Aliman,Hayyan,Samian,Bashiran,Mutakaliman Sifat Mustahil 1.Adam:tidak ada
2.Huduts:baru
3.fana':rusak
4.Mumaatsalatu lil hawadits:serupa dg makhluk
5.Ihtiyajuhu ilaa ghairihi:membutuhkan yang lain
6.Ta'addud:berbilang
7.Ajzu:lemah
8.Karahah:terpaksa
9.Jahlun:Bodoh
10.Mautun:Mati
11.Somam:tuli
12.Umyun:buta
13.Bukmun:Bisu
14.Ajizan:sangat lemah 15.Mukrohan:Sangat terpaksa 16.Jaahilan:sangat bodoh 17.Mayyitan:Sangat mati 18.Ashommu:sangat tuli
19.A'ma:sangat buta
20.Abkam:sangat bisu

BERSAHABAT DENGAN SHOLAWAT *SHOLAWAT ITU...* Rasululloh bersabda, yang artinya : Orang yang paling banyak memdapat perhatianku pada hari...